Proses Cabut Berkas, Balik Nama & Mutasi Kendaraan Bermotor yang Jauh dari Daerah Tujuan Mutasi tetapi Kendaraan Tetap di Daerah Asal. Bisakah? (Part 1)

Memasuki bulan September, berarti tinggal 2 bulan lagi sebelum motor saya jatuh tempo pajaknya (bulan November). Tak terasa sudah berlalu setengah tahun sejak bulan April saya ngalor ngidul dengan motor berwarna merah yang masih dinamakan atas orang lain. Tidak mungkin nanti saya membayar pajaknya menggunakan nama pemilik sebelumnya. Repot lah pake pinjam-pinjam KTP segala. Balik nama menjadi pilihan, namun paling tidak membutuhkan waktu 1-2 bulan. Kalau mau aman ya ambil 2 bulan sebelum pajaknya jatuh.

samsat-gapura

Membaca judul di atas mungkin bikin pembaca sekalian bingung, hehehe. Maksudnya? Saya ingin balik nama sekaligus mutasi kendaraan saya dari jakarta ke daerah asal, namun dengan kondisi kendaraan tetap di Jakarta. Bagaimana bisa? silahkan disimak penjabarannya 🙂

Begini gambaran permasalahan saya:

  • Saya membeli motor bekas dengan Plat nomor jakarta, pajak masih hidup, masih atas nama pemilik sebelumnya.
  • Saya domisili di Jakarta, tapi masih memakai KTP daerah (Sumatera Barat)
  • Saya ingin balik nama motor menjadi atas nama saya, tentunya sesuai KTP saya (Sumatera Barat). Tentunya hal ini membutuhkan mutasi juga.
  • Tidak memungkinkan bagi saya untuk membawa motor saya ke Sumatera Barat, mengingat waktu yang sedikit dan biaya transportasi yang lumayan mahal.
  • Tidak memungkinkan bagi saya untuk menjadi warga jakarta (ganti KTP/pindah domisili) mengingat saya masih belum punya domisili yang tetap di Jakarta (masih ngekos).
  • Saya tidak mau motor membiarkan pajak motor saya mati, saya termasuk warga yang bijak (orang bijak taat pajak! hehehe) apa kata dunia kalo motor bagus tapi ga bayar pajak.
  • Saya juga tidak mungkin membayar pajak motor dengan meminjam KTP pemilik lama.

Setelah merenung, menerawang, berkeliling, dan konsultasi kesana kemari, lalu pakai ilmu ndlosor njengking mlumah murep (hehehe, pinjem istilahnya seorang blogger terkenal) akhirnya saya dihadapkan pada 2 pilihan:

  1. Balik nama motor saya menggunakan KTP Jakarta milik saudara/teman; atau
  2. Mutasi sekaligus balik nama kendaraan dari Jakarta ke Sumatera Barat.

Pilihan pertama sebenarnya bisa saja saya lakukan, tapi karena saya tidak rela motor pertama saya dinamakan atas orang lain, juga karena apapun bisa terjadi dan saya tidak akan mempunyai hak apapun atas motor tersebut, maka saya urung melaksanakan pilihan pertama.

Satu-satunya yang bisa dilakukan adalah pilihan kedua. Sebenarnya saya agak ragu-ragu apakah mungkin melakukan mutasi dan balik nama tanpa membawa fisik kendaraannya di daerah tujuan. Kalau kondisi sebaliknya (mutasi motor jauh dari kota asal, baca di sini) bisa menggunakan cek fisik bantuan.. lhah, kalau seperti saya ini? akhirnya saya mencari petunjuk kesana kemari ngalor ngidul di dunia maya. Salah satunya pencerahan di Kaskus (baca di sini) yang akhirnya menguatkan keputusan saya untuk memutasikan motor ke daerah sesuai KTP saya.

Prosesnya pertama-tama saya cabut berkas di Jakarta, dilanjutkan dengan Mutasi Masuk dan Balik Nama di Daerah saya, Sumatera Barat. Berikut gambarannya:

A. Proses Cabut Berkas

21 September 2015, Samsat Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Karena motor saya terdaftar di Samsat jakarta Timur (Kebon Nanas), tentunya proses cabut berkas dimulai dari sana. Early bird get the worms, biar ga terlalu rame, pukul 9 pagi saya langsung bergerak ke Samsat Jakarta Timur, lokasinya di Jl. DI Panjaitan Kav. 55 By Pass Kebon Nanas Jakarta Timur (sebelah kiri jalan sebelum halte busway Kebon Nanas kalo dari arah utara/rawamangun). Tidak terlalu jauh dari lokasi saya di Jakarta Pusat.

petasamsatjakarta

Lokasi Samsat: Jl. DI Panjaitan Kav. 55 By Pass Kebon Nanas Jakarta Timur Telp. (021) 8199852

1. Cek Fisik Kendaraan

Sampai di samsat langsung masuk ke dalam area Gedung Samsat Jakarta Timur. Lokasi cek fisik kendaraan ada di sebelah kiri gedung utama. Namun Masuk ke dalam lewat sisi kanan gedung utama lalu memutar lewat belakang gedung utama samsat. Sudah ada petunjuk arahnya, jadi tidak perlu takut nyasar dan tahu-tahu sudah sampe di BKT, hehehe.

Untuk Motor dan Mobil Cek Fisiknya dipisahkan, motor di sebelah kiri dan mobil di sebelah kanan. Langsung bawa motor ke lokasi cek fisik, ternyata sudah lumayan rame, tapi masih belum ada antrian lah. Di sana sudah ada beberapa petugas berseragam yang akan menghampiri dan melakukan cek fisik alias esek-esek. Tinggal diparkirkan motornya, petugas akan langsung menangani. Mungkin untuk beberapa kendaraan petugasnya masih belum tahu dimana lokasi nomor rangka & nomor mesinnya. Untuk motor saya sendiri misalnya, si petugas masih bingung dimana nomor rangka dan nomor mesinnya. Saya beritahu untuk nomor mesin terletak pada bagian kiri bawah crankcase (bak mesin), dan nomor rangka pada sisi kanan dari kepala kemudi.

Proses esek-esek itu sebenarnya simple aja, si petugas yang sudah memiliki kertas cek fisik tersebut langsung menempelkannya ke nomor mesin/nomor rangka, lalu menggosokknya menggunakan pensil. Nomor seri rangka/mesin yang sudah tercetak itu tentu saja akan muncul. Mirip ama kerjaan waktu SD dulu. hehehe. Giliran motor saya, agak sulit juga ketika melakukan esek-esek nomor rangka motor saya karena posisinya agak ditengah-tengah antara rangka dan fairing dan tertutup kabel. Harus hati-hati memasang kertas esek-esek yang bersifat menempel tersebut. Saya bantu juga petugasnya mengangkat kabel yang menutupi nomor rangka agar si petugas dapat menggesekkan pensilnya ke kertas itu. Sepertinya dia tetap kesulitan karena area di sana agak sempit.

5296321_20141126011956

Petugas Cek Fisik

Hasil cek fisik tersebut ditempel diselembar form yang sudah disediakan disana. Sepertinya sudah menjadi kebiasaaan untuk memberikan uang rokok, karena semua orang yang motornya di esek-esek sudah menyiapkan uang. Disini saya memberikan uang rokok Rp10.000,- kepada petugas tersebut. Kasihan juga sih tadi agak kesulitan buat esek-esek nomor rangka motor saya. Pikir-pikir, si abang ini pasti penghasilannya lumayan, 1 motor aja udah Rp10.000,-, sehari bisa dapat berapa motor? Sebulan? Belum lagi gajinya (kalo memang ada) sebagai petugas esek-esek. Tentunya tidak tertutup kemungkinan adanya uang “setoran” juga ke polisi di sini,

hasil2bcek2bfisik

Contoh Form hasil cek fisik kendaraan

2. Legalisir Berkas Cek Fisik

Berkas yang dibutuhkan:

  • Form hasil cek fisik kendaraan
  • STNK asli
  • Fotokopi KTP

Selesai melakukan cek fisik, saya parkir motor ditempat yang telah disediakan, yaitu di dekat lokasi Samsat Drive Thru’ (tidak jauh dari lokasi cek fisik). Lalu saya menuju ke tempat legalisir yang berada tepat di disebelah tempat cek fisik motor tadi.

Pada tempat tersebut ada 5 loket yang disediakan. Kalau tidak ada perubahan posisinya seperti ini: Loket 1 untuk balik nama; Loket 2 untuk mutasi; Loket 3 untuk legalisir; Loket 4 untuk perpanjang STNK; dan Loket 5 untuk pengambilan hasil legalisir.

Hasil cek fisik saya serahkan kepada petugas loket 2 (karena saya mutasi keluar). Dokumen tadi saya serahkan bersama fotokopi KTP & STNK Asli. Saya diminta untuk membayar Rp. 30.000,-, tidak tahu untuk apa (kasih aja deh). Setelah itu saya diberi nomor urut. Tinggal menunggu dipanggil lewat microphone, ada yang dipanggil nomor urutnya, ada yang dipanggil nama sesuai STNK/KTP nya, ada yang dipanggil nama sesuai STNK/KTP berikut tujuan mutasinya. Sepertinya seenak udelnya sang petugas ya. hehehe.

Sekitar 20 menit kemudian saya mendengar nama saya dipanggil lewat microphone beserta daerah tujuan mutasinya (lengkap amat toh pak). Saya langsung Loket 5 untuk mengambil hasil legalisir hasil cek fisik tadi. Di sini saya memperoleh, Form legalisir tambahan, STNK asli, dan hasil cek fisik tadi yang sudah dilegalisir. Biar tidak bingung, untuk proses selanjutnya saya tanyakan kepada petugas. Saya diarahkan untuk menuju lantai 2 gedung utama, nanti sudah ada papan nama loket seperti di sini. Tak lupa saya mengucapkan terima kasih sambil lanjut bergerak ke gedung utama untuk proses selanjutnya.

3. Cabut Berkas

gedung2bsamsat

Gedung Utama Samsat Kebon Nanas Jakarta Timur

berkas yang harus dibutuhkan:

  • Berkas dari loket legalisir tadi
  • BPKB asli
  • Fotokopi BPKB
  • Fotokopi KTP (sesuai pemilik baru)

Memasuki Gedung Utama Samsat Jakarta Timur harus melewati metal detector kayak di bandara dan harus melepaskan jaket selama berada di dalam. Selalu ada penjaga di depan pintu yang meminta untuk melepaskan jaket. Sampai di dalam, saya bertanya pada petugas just to make sure proses selanjutnya. Kembali saya diarahkan langsung naik ke lantai 2, belok kiri dari pintu utama terus menuju tangga yang berada di ujung ruangan.

Memasuki lantai 2 yang berupa koridor panjang, akan terlihat ada 5 loket (kalau ga salah) disana. Suasana di sini juga ramai walaupun tidak seramai di lantai 1 tadi. Loket 1-4 sepertinya untuk balik nama kendaraan dan loket 5 di paling ujung koridor untuk pendaftaran mutasi. Di koridor berikutnya sepertinya masih ada beberapa loket untuk STNK hilang.. tapi not my bussiness right now.

Kepada petugas saya menginformasikan kalau saya ingin memutasikan kendaraan saya ke Sumatera Barat. Semua dokumen tadi diperiksa. Saya diberikan form mutasi yang nantinya akan diisi. Untuk cara pengisian bisa diiliat di meja pengisian form tapi ada juga  untuk datanya di STNK plus ada juga contoh pengisian di meja yang disediakan (di depan loket 5).

Setelah mengisi formulir tersebut saya kembali ke bapak petugas dan diminta membayar sebesar Rp.325.000,- (Penghitungan jumlahnya saya tidak tahu darimana, yang jelas harga pembelian motor saya di kuitansi adalah Rp30.000.000,-, dan harga motor saya di situs samsat online saat itu Rp.31.500.000,-). Saya diminta kembali paling cepat 1 bulan lagi, tanggal 21 Oktober.

Saya “ Kalau selesai sebelum tanggal 10 Oktober tidak bisa Pak?”

Petugas “ Wah kenapa tidak jauh-jauh hari datangnya. Memangnya kenapa, Dek?”

Saya “Saya pulang kesananya kira-kira tanggal 10 Oktober soalnya Pak. Udah dimutasikan kantor Pak. Tidak bisa selesai sebelum tanggal itu Pak?” *white lies dikit

Petugas “Yah, memang prosesnya seperti itu, Dek. Mau bagaimana lagi?”

Saya “…” (cuma diam)

Petugas “Mungkin saya bisa bantu. Nanti saya urusin ke Polda Metro sekalian, insya Allah cepat selesainya, bisa 2 mingguan” kata Bapak tersebut sambil tersenyum.

Saya “Caranya bagaimana, Pak?” *garuk-garuk kepala

Petugas “Saya bantuin deh, bayar saja segini, totalnya jadi Rp650.000,- Nanti tinggal ambil berkasnya. Sudah saya bantuin semuanya, termasuk urusan di Polda Metro juga. Nanti Adek tinggal bawa saja Pokoknya. Tidak usah bayar apapun lagi.”

Saya “Beres semua berarti Pak? sebelum tanggal 10 oktober?

Petugas “2 minggu juga beres.”

Saya “em… di sini ada ATM tidak Pak?”

Petugas “Di luar sana, dekat gerbang masuk di sebelah kiri ada ATM  satu-satunya,  ATM Bank DKI. Silahkan ambil disana, nanti ke sini lagi

Sebenarnya saya sudah yakin ini merupakan praktek pungli juga. Tapi apa boleh buat, memang waktunya sudah mepet, saya juga malas ke Polda Metro (wah parah kie!), Ya udah, saya sepakat aja sama tuh Bapak. Apalagi Bapaknya dari tadi cukup ramah dan kooperatif lah, gak songong sama sekali. Saya langsung minta ijin sebentar berjalan keluar menuju ATM. Posisinya di pojokan komplek samsat dekat parkiran motor saya tadi. lumayan capek lah sekalian olahraga sedikit.

Skip skip skip.. Setelah mengambil uang, saya kembali memasuki gedung utama, naik ke lantai 2, langsung menemui Bapak petugas tadi di loket 5. Disana saya rapikan berkas saya (sekalian merapikan uangnya) lalu memasukkannya ke dalam map. Rapi dikit lah begitu batin saya. Lalu saya serahkan ke Bapak tadi. Saya diminta menunggu sebentar. Total biaya yang saya serahkan persis Rp650.000,-.

5 menit kemudian nama saya dipanggil (kudu pasang telinga karena cuma dipanggil aja tanpa microphone). Saya langsung menghampiri petugas di loket 5 tadi.

Petugas “Dek, ini berkasnya sudah lengkap, nanti tinggal tunggu selesai, saya kabari. Ada nomor handphone yang bisa dihubungi?” Saya langsung menuliskan nomor handphone

Saya “Dikabarinya gimana ya Pak, lewat mana terus bagaimana nanti pengambilannya?”

Petugas “Nanti kalau sudah selesai Adek ke sini lagi temui saya. Ambil berkasnya pakai kartu ini. Mungkin sekitar 10 hari.  Nanti saya beritahu lewat SMS. Ini nomor saya” Beliau menyerahkan kertas tanda bukti cabut berkas yang nantinya digunakan untuk pengambilan berkas. Beliau juga menulisan nama dan nomor handphone nya di belakang kartu tersebut. (Oh.. nama beliau Bapak Wa***a toh..)

Saya “Nanti STNK pengganti sementara bagaimana Pak?”

Petugas “Masih ada fotokopi STNK?” Saya menyerahkan fotokopi STNK yang kemudian di cap nama dan jabatan beliau lalu ditandatangani sebagai bukti motor sedang diproses cabut berkas.

Setelah itu saya pamit kepada “Bapak W” dan langsung pulang. Di parkiran mata saya tertumbuk pada sebuah motor:

Jpeg

CBR apakah ini?

di bawah emblem CBR nya tertulis 350. CBR350?! hahaha. Mungkin Pemiliknya punya Honda Tiger 200cc di rumah, ditambah CBR150R k45 nya jadi CBR350. hehehe. Ada ada saja. Padahal sudah jelas bahwa motor tersebut adalah k45 atau All New CBR150R lokal. (Ngomong-ngomong kali aja yang punya baca ini. Absen di komen dong! hehehehe)

Anyway, Saya langsung menuju motor, lalu bergerak keluar parkiran. Bayar dulu Rp2.000,- saat keluar parkiran motor, lalu lanjut ke gerbang keluar komplek Samsat. Di jalan keluar sih ada tulisan “Pemeriksaan STNK” beserta petugas yang duduk di sebelahnya. Tapi toh ga diperiksa sama sekali. hehehe.

Skip skip skip… satu minggu telah berlalu dan saya disibukkan dengan pekerjaan kantor sehingga urusan sama Samsat terlupa. Apalagi si Bapak W tak kunjung memberikan informasi seperti yang dijanjikan. Baru teringat pada sore hari Selasa tanggal 29 Oktober. Karena udah sore, saya juga sungkan menghubungi Bapaknya saya coba hubungi keesokan hari saja.

Keesokan harinya, saya hubungi Bapaknya via SMS. Tak butuh waktu lama pesan singkat saya dibalas, beliau bilang sudah jadi dan silakan diambil besok. Yo wes ikut itu Bapak saja. Tidak apa-apa juga, pokoknya jadi deh. Tinggal berangkat saja besok bawa bukti pengambilan sama uang seadanya… kali aja ada pungli lagi.

4. Pengambilan Berkas

1 Oktober 2015, Samsat Kebon Nanas, Jakarta Timur.

Kamis pagi saya langsung tancap menuju Samsat Kebon Nanas. Karena sudah pernah kesini, jadi saya sudah tahu jalannya, masuk kompleks samsat, lewat bagian kanan gedung utama, memutar gedung tersebut lewat belakang, dan parkir di tempatnya di dekat loket legalisir cek fisik dan Samsat Drive Thru’. Kali ini ada penampakan si “CBR350R”lagi. Sepertinya memang milik orang sini, ya.

Lanjut masuk gedung utama (tidak lupa membuka jaket), naik ke lantai 2, langsung ke loket 5 kemarin. Di sana petugasnya ternyata masih “Bapak W” kemarin. Loketnya ternyata sedang sepi. Si “Bapak W” sang petugas itu terlihat sedang menobrol santai dengan teman di sebelahnya. Begitu saya datang, Bapaknya langsung mengenali.

Oh, Adek ini ya” katanya sembari memberikan berkas-berkas motor saya. Saya serahkan juga tanda bukti pencabutan berkas kemarin.

Saya cek berkas-berkas tersebut, banyak juga, ada beberapa yang distempel oleh Polda Metro Jaya.

Saya “Pak, ini sudah semuanya ya berarti? tinggal urusan saya di daerah tujuan nanti aja ya?”

Petugas “Sudah silahkan dibawa

Saya “Terima kasih, Pak

Bapak Petugas itu menangguk lalu lanjut ngobrol dengan teman di sebelahnya. Saya langsung cabut keluar gedung, menuju parkiran (lewatin si CBR350R lagi) ngambil motor, bayar parkir Rp2.000,- (kena lagi deh) lalu langsung kembali ke kantor.

Pulang dari kantor, berkas tersebut saya bongkar-bongkar. isinya macem-macam, pokoknya lengkap lah.

Saat mengobrak-abrik berkas-berkas motor saya tersebut, mendadak terpikirkan, bukankah nantinya kalau saya mutasi masuk di daerah harus membutuhkan lembaran hasil cek fisik juga? Tidak mungkin dilakukan cek fisik di sana karena posisi motor saya tetap di sini (Jakarta). Melihat berkas cek fisik yang cuma 1 itu (itupun sudah dilegalisir oleh Samsat di sini), saya berfirasat mungkin di daerah nanti akan dibutuhkan form hasil cek fisik lagi. Apa salahnya saya tambahkan 1 lembar lagi hasil cek fisik? Siapa tahu kalau petugas legalisirnya menanyakan fisik motornya bisa saya bohongi, bilang motornya ada dan tadi sudah di cek fisik. hehehe *kriminal banget.

Jadilah keesokan harinya saya kembali esek-esek sendiri nomor rangka dan nomor mesin motor saya. Tidak susah-susah amat ternyata. Darimana toh saya bisa peroleh kertas cek fisiknya? Kebetulan di kantor saya ada banyak stoknya, biasanya dipakai untuk mengurus pajak kendaraan dinas. Katanya sih harganya Rp15.000,- per lembar (lebih mahal ya daripada ngasih tips buat petugas esek-esek di samsat kemarin), belinya bisa di samsat keliling.

Selesai melakukan esek-esek motor saya, langsung saya simpan tempel berkas tersebut ke form cek fisik, lalu saya simpan bersama berkas-berkas lainnya. Sepertinya semua sudah selesai di sini, tinggal urusan saya di daerah nanti (Sumatera Barat).

Berikut saya rangkum kelengkapan yang harus dibutuhkan untuk proses Cabut berkas:

  • Fisik Motor
  • BPKB asli beserta copiannya
  • STNK asli beserta copiannya
  • KTP asli beserta copiannya
  • Hasil cek fisik yang sudah dilegalisir (dilegalisir di loket cek fisik)
  • Formulir pendaftaran yang telah diisi (diperoleh lantai 2 gedung samsat)
  • Kwitansi pembelian bermaterai dari pemilik pertama (harganya kalau bisa serendah mungkin)
  • Kuitansi/ Tanda Bukti Cabut berkas (nama tepatnya saya tidak tahu apa, tapi pokoknya digunakan sebagai dokumen untuk mengambil berkas yang sudah dicabut tersebut)

Kalau bingung, bertanyalah pada petugas yang mengenakan SERAGAM. JANGAN bertanya kepada yang lainnya karena kemungkinan itu adalah CALO. Hindarilah calo, karena hanya akan membuat dana membengkak 2-3 kali lipat. Kalaupun anda malas mengantri lebih baik minta bantuan polisi setempat ini akan lebih murah.

Rincian biaya yang harus dikeluarkan untuk cabut berkas dengan total Rp. 694.000,- adalah sebagai berikut:

  • Tips untuk petugas cek fisik: Rp10.000,-
  • Biaya legalisir cek fisik: Rp30.000,-
  • Biaya mutasi di loket 5: Rp650.000,-
  • Parkir (cabut berkas) : Rp2.000,-
  • Parkir (ambil berkas) : Rp2.000,-

Udah, segini dulu ya, untuk point B. Proses Balik Nama & Mutasi Masuk ke Daerah Tujuan akan saya tulis di artikel selanjutnya (Part 2). Proses mutasi saya lakukan sekalian mudik ke kampung halaman. Semoga saja urusan saya lancar nanti di daerah tujuan.

Sekian, semoga bermanfaat dan menginspirasi. (TBS)

Iklan

Satu pemikiran pada “Proses Cabut Berkas, Balik Nama & Mutasi Kendaraan Bermotor yang Jauh dari Daerah Tujuan Mutasi tetapi Kendaraan Tetap di Daerah Asal. Bisakah? (Part 1)

  1. Ping balik: Proses Cabut Berkas, Balik Nama & Mutasi Kendaraan Bermotor yang Jauh dari Daerah Tujuan Mutasi tetapi Kendaraan Tetap di Daerah Asal. Bisakah? (Part 2) | The Biker Stig

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s