O2 Sensor Manipulator Cheetah Power: Solusi untuk Motor Injeksi yang Knalpotnya “Nembak-Nembak”

Bagi pengendara motor tentu pernah merasakan knalpot nembak-nembak/knocking, atau istilah resminya backfire. Saat sedang asyik berkendara, tiba-tiba terdengar suara ledakan/letupan. Selain mengagetkan, tentunya juga mengurangi kenyamanan berkendara.

httpwww-megamini-itvalentino-rossi-yamaha-m1-motogp-flame-exhaust-backfire

Motorcycle Backfire

Suara tersebut terjadi akibat dari proses pencampuran antara oksigen dengan bahan bakar kurang optimal. Dengan begitu pada saat gas motor di tarik atau saat di ulurkan tentu pada selongsong gas buang bisa timbul suara meledak-ledak. Efek ini bisa menyerang motor yang masih menggunakan mesin konvensional/karburator bahkan juga yang telah pakai mesin fuel Injection.

Salah satu solusi untuk menghilangkan efek ini adalah menggunakan Cheetah Power Oxygen Sensor Manipulator V3S. Cheetah Power Oxygen (O2) merupakan  buatan lokal alias Made in Indonesia. Produk ini sudah diekspor ke luar negeri seperti ke Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Brunei, brads! Membanggakan bukan? Seperti apakah cara kerja dan pengaruh Oxygen Sensor Manipulator ini? Monggo disimak.

Sebelumnya mari kita bahas mengenai efek knocking pada motor injeksi.

Umumnya efek knocking atau backfire tersebut terjadi setelah dilakukan penggantian knalpot dari knalpot pabrikan/konvensional ke knalpot racing atau free flow. Knalpot racing yang bersifat free flow tentunya menggunakan pipa header yang berukuran lebih besar, sehingga menyebabkan lancarnya gas buang yang bisa meningkatkan akselerasi. Namun hal itu harus dibayar dengan knalpot yang nembak-nembak karena supply campuran bensin dan udara yang menjadi terlalu kering.

Efek knocking atau backfire pada motor yang masih menggunakan karburator bisa diatasi dengan mengganti ukuran pilot jet dan main jet dengan ukuran yang sesuai. Namun, untuk motor yang sudah menggunakan Fuel Injection campuran udara & bensin diatur oleh perangkat ECU berdasarkan info yang diterima dari sensor O2. Yang dilakukan untuk menyiasati hal tersebut ada beberapa cara. Remapping ECU (yang katanya untuk Honda tidak bisa dilakukan), mengganti ECU dengan ECU racing yang programmable (harganya bisa lebih dari Rp1 juta belum lagi biaya pemakaian mesin dan pemrogramannya, itu pun yang paling murah), dan dengan memanipulasi sinyal sensor 02 ke ECU dengan O2 manipulator seperti yang saya lakukan (yang harganya jauh lebih murah). Manipulasi sinyal O2 ternyata sudah lazim juga dilakuan di luar negeri. Contohnya merek Fatduc yg dikhususkan untuk motor Ducati.

Nah, untuk motor injeksi lokal alternatifnya menggunakan produk lokal bermerek Cheetah Power yang fungsinya sama persis seperti Fatduc untuk Ducati tersebut. Bahkan, produknya diklaim bisa dipakai oleh semua motor injeksi yang menganut system closed loop.

img_20140407_22130401_zpsca6ef150

Cara kerjanya adalah yakni buat memanipulasi output yang akan dikirim ke ECU, agar nantinya ECU memerintahkan injector untuk menambah semprotan bensinnya. Bedanya, kali ini lewat sensor oxygen (O2 sensor). Manfaatnya juga lumayan. Kalau menengok cara kerja O2 sensor sistem closed loop (narrow band) yang menghasilkan tegangan sendiri, bisa ditebak bahwa modul ini bekerja memberikan tahanan (resistansi) dengan nilai tertentu pada kabel yang keluar dari O2 sensor. Sehingga tegangan yang terbaca oleh ECU berubah.

dsc01446

Dari gambar di atas terlihat bahwa modul Cheetah Power O2 Sensor Manipulator memiliki 8 switch yang terdapat pada 2 panel; 4 di atas dan 4 di bawah. Panel di atas untuk pengaturan putaran mesin (rpm) tengah dan atas, sedangkan panel di bawah untuk pengaturan putaran mesin bawah ke tengah (seperti yang terlihat pada gambar di bawah berikut). Bagian yang berwarna hitam merupakan posisi switch.

img_20140409_12371301_zpsd2ce94ec

Pengaturan rpm dapat dilakukan dengan berbagai macam pilihan langkah (step). Pada bagian barisan bagian kiri merupakan pengaturan untuk putaran mesin tengah dan atas (8 step). Sedangkan barisan bagian kanan untuk mengatur putaran mesin bawah dan tengah (15 step). Langkah atau step ini merupakan jenis settingan yang bisa diaplikasikan ke motor. Tinggal dicari aja sampai ketemu di step mana tarikannya paling enak dan paling cocok.

Jadi, bagi pembaca yang menggunakan  motor injeksi yang sudah menganut sistem close loop tidak perlu bingung lagi deh kalo mau pake knalpot racing atau mau meningkatkan performa motornya tanpa menggunakan piggy back. Solusinya menggunakan O2 Sensor Manipulator V3S. Selain harganya yang lebih MURAH, pemakaiannya terbilang MUDAH, Pemasangannya pun GAMPANG! Tinggal pasang alias Plug n Play.

Sekian, semoga bermanfaat 🙂 (TBS).

Iklan

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s