Rubber Shift Sock: Agar Penggantian Persneling Makin Aman & Nyaman

Bagi Rider motor yang suka ngoper gigi pake cara cungkil-injak, pasti ada kejadian sepatu rusak gara-gara ganasnya gear shifter alias tuas persneling. Mungkin untuk motor yang shifter nya ada tuas di belakang (seperti motor bebek, Vixion, Megapro, dll) bisa ganti persneling dengan sistem injak-injak. Namun buat motor yang cuma pakai tuas di depan (apalagi motor sport) tentu harus pake sistem cungkil-injak. Terkadang walaupun ada tuas belakangnya biasanya ada yang tetep pake sistem cungkil-injak. Lebih sporty toh kesannya :p, plus lebih cepat lagi dalam melakukan gear shifting. Hasilnya si sepatu kesayangan hancur duluan akibat keganasan si shifter ini.

shift20sock20problem20solution20transp

Solusinya ya menggunakan karet pelindung tambahan, namanya RUBBER SHIFT SOCK atau ada yang menyebutnya sebagai kondom tuas persneling. Gear Shifter alias tuas persneling akan lebih empuk plus tidak licin, nilai plus plus buat kenyamanan dan keamanan. Berikut saya berikan sedikit review nya.

Baca lebih lanjut

Review Rain Boot Cover/Jas Hujan Sepatu Respiro: Cara Melindungi Sepatu Kesayangan Saat Hujan Melanda

Bagi yang sering ketemu wet riding pasti sudah membawa perlengkapan cukup untuk melindungi pakaian dan tubuh dari curahan air hujan. Untuk pelindung tubuh tidak perlu ditanyakan lagi, semua sudah tahu tentang jas hujan dengan bermacam-macam modelnya. Bagaimana dengan kaki dan sepatu?

Berbeda dengan tubuh, kaki dan sepatu yang berada di bagian bawah tidak hanya rentan terkena air hujan, tetapi juga lebih rawan terkena cipratan/splash baik dari kendaraan sendiri maupun dari kendaraan lain. Selain membasahi, cipratan tersebut juga membawa pasir, lumpur, debu, dan sebagainya yang membuat kaki & sepatu kotor. Selain mengotori, sepatu yang tidak tahan air pun tentu bisa rusak.

motorcycle-in-puddle

Antisipasinya bisa saja memakai sandal atau sepatu karet kedap air yang bisa dibawa di segala cuaca. Namun apabila kebetulan pake sepatu biasa (apalagi sepatu kesayangan) yang tidak mugkin dipakai wet riding? Mau sepatunya dibungkus lalu lanjut riding dengan nyeker ngeri juga, lebih baik sepatu juga ikutan dikasih jas hujan alias Boot Cover. Bagaimana pengalaman memakainya? Berikut saya share pengalaman saya. Baca lebih lanjut

Wet Riding: Bagaimana Cara Menjaga Daya Cengkeram Ban di Saat Hujan Turun

Dari semalam sampai hari ini hujan badai melanda Jakarta dengan dahsyatnya. Kebetulan saya sedang riding juga sampai mendadak hujan turun dengan derasnya. Karena sedang terburu-buru pulang (besok sudah hari Senin toh) dan kebetulan juga sedang membawa rain gear lengkap yang segera saya kenakan saat itu juga, langsung saja saya tembus hujan tersebut. Beberapa kali ban motor lost traction sehingga terpleset, Alhamdulillah masih bisa dikontrol sehingga saya tidak sampai ndlosor. Sepertinya grip dan traction  yang ada masih bersahabat dengan kondisi dan kecepatan kendaraan saya.

Berdasarkan pengalaman, kemampuan, teknik, dan persiapan (busetdah bahasanya :D), mengendarai motor saat hujan bisa saja menyenangkan atau malah menakutkan. Bagaimanapun juga, berkendara saat hujan lebih rumit, lebih berbahaya, lebih licin, dan tentu saja setelahnya si motor butuh dimandikan (nah, ini yang paling bikin saya malas).

00 Valencia Test MotoGP 10, 11 y 12 de noviembre de 2014

Cornering in The Rain

Mumpung masih musim hujan, saya mau berbagi tips berkendara yang aman di tengah hujan. Mari disimak 🙂

Baca lebih lanjut