Bingung Cari Duplikat Kunci untuk CBR250R? Pakai punya Moge!

Sebenarnya ini pertanyaan klasik bagi pengguna CBR250R: “Apakah kunci CBR250R bisa di duplikasi?”

Menurut buku user manual, pada rumah kunci kontak CBR250R terdapat semacam dioda yang terhubung dengan magnet khusus pada anak kuncinya, sehingga saat anak kunci motor ini diputar ada semacam induksi magnet yang aktif dan bisa menyalurkan arus untuk menstarter motor. Ketika ada percobaan untuk menyalakan motor dengan menggunakan benda asing selain anak kunci asli, dioda tersebut akan putus sehingga seluruh kelistrikan motor mati. Jadi CBR250R memiliki fitur anti-theft tambahan meskipun tidak dilengkapi Secure Key Shutter (SKS). Tetapi faktanya dilapangan sudah ada beberapa teman yang mencoba menduplikasi anak kunci CBR250R ini, toh tetap bisa dinyalakan, entah kenapa.

cbr250r_2011_06

Problem lainnya dalam menduplikasi kunci CBR250R adalah masalah anak kunci itu sendiri. Hampir semua tukang duplikat tidak memiliki anak kunci untuk CBR250R ini, secara bagian logam anak kuncinya sangat panjang dan memiliki 2 coakan memanjang di tiap sisi sampingnya. Mungkin karena motor ini statusnya CBU juga sehingga anak kunci cadangan untuk diduplikasi sangat sulit dicari. Namun toh kalau sedikit pintar mencari, sebenarnya bisa saja ditemukan walau agak sulit, atau bisa juga menggunakan anak kunci motor lain yang ukurannya hampir sama.

Jadi, “Apakah anak kunci CBR250R bisa diduplikasi?

Jawabannya “Ya! Bisa!“.

Tapi pakai anak kunci dari mana?

Monggo disimak 🙂

Baca lebih lanjut

Iklan

Ganti Aki Motor CBR250R yang Akhirnya Tekor Juga Setelah 4 Tahun!

Kali ini mau share pengalaman lagi soal penggantian aki CBR 250R. Jumat malam kemarin sepulang dari kantor sekitar pukul 23.00 WIB, niat saya ikut kopdar bareng teman teman komunitas terpaksa batal. Apa Sebabnya? malam itu waktu lagi kangen-kangennya riding dengan motor (maklum, baru balik dari Makassar) tiba-tiba motor susah dinyalakan. walau tombol start dipencet beberapa kali, beberapa detik, tetap saja tidak mau menyala.

FIX! Setelah 4 tahun dan 20.000 km lebih sedikit, akhirnya aki motor CBR250R saya tekor juga. Tradisi aki kering sih katanya,ketika mati tak pernah ada tanda-tanda sebelumnya, tiba-tiba saja mati.

Jpeg

Aki motor yang soak

Akhirnya malam itu saya pulang mengendarai motor bebek. Alhamdulilah akinya tekor waktu di parkiran kantor, bukan dalam perjalanan. Mencari aki pengganti adalah PR hari ini.

Baca lebih lanjut

Review: Helm Shoei X-Twelve alias Shoei X-12

Helm SHOEI. Siapa yang tidak pernah mendengarnya? Bagi para riders yang kenal dengan apparel-apparel branded kelas premium sudah pasti kenal sama helm yang berasal dari Tokyo Jepang ini. Apalagi bagi penggemar MotoGP dan WSBK, pasti sudah tahu tentang helm ini beserta rider-rider pemakainya. Sebut saja Marc Marquez, Eugene Laverty, Bradley Smith, Daijiro Kato, Alex de Angelis, Kenan Sofuoğlu, dan lain-lain.

Jpeg

shoei-x-spirit-2-marc-marquez-motegi-2013-helmet

Kebetulan saya baru saja meminang Helm Shoei X-12 dengan grafis ala Marquez di Race Motegi tahun  2013 (untuk selanjutnya kita sebut saja X-12 Motegi 2013) dengan angka tahun perakitan 2014. Shoei X-Twelve alias Shoei X-12 atau Shoei X-Spirit II (untuk pasaran eropa), berikut sekalian saya beri sedikit reviewnya mumpung masih bereuforia 🙂

Baca lebih lanjut

Rubber Shift Sock: Agar Penggantian Persneling Makin Aman & Nyaman

Bagi Rider motor yang suka ngoper gigi pake cara cungkil-injak, pasti ada kejadian sepatu rusak gara-gara ganasnya gear shifter alias tuas persneling. Mungkin untuk motor yang shifter nya ada tuas di belakang (seperti motor bebek, Vixion, Megapro, dll) bisa ganti persneling dengan sistem injak-injak. Namun buat motor yang cuma pakai tuas di depan (apalagi motor sport) tentu harus pake sistem cungkil-injak. Terkadang walaupun ada tuas belakangnya biasanya ada yang tetep pake sistem cungkil-injak. Lebih sporty toh kesannya :p, plus lebih cepat lagi dalam melakukan gear shifting. Hasilnya si sepatu kesayangan hancur duluan akibat keganasan si shifter ini.

shift20sock20problem20solution20transp

Solusinya ya menggunakan karet pelindung tambahan, namanya RUBBER SHIFT SOCK atau ada yang menyebutnya sebagai kondom tuas persneling. Gear Shifter alias tuas persneling akan lebih empuk plus tidak licin, nilai plus plus buat kenyamanan dan keamanan. Berikut saya berikan sedikit review nya.

Baca lebih lanjut

Review Rain Boot Cover/Jas Hujan Sepatu Respiro: Cara Melindungi Sepatu Kesayangan Saat Hujan Melanda

Bagi yang sering ketemu wet riding pasti sudah membawa perlengkapan cukup untuk melindungi pakaian dan tubuh dari curahan air hujan. Untuk pelindung tubuh tidak perlu ditanyakan lagi, semua sudah tahu tentang jas hujan dengan bermacam-macam modelnya. Bagaimana dengan kaki dan sepatu?

Berbeda dengan tubuh, kaki dan sepatu yang berada di bagian bawah tidak hanya rentan terkena air hujan, tetapi juga lebih rawan terkena cipratan/splash baik dari kendaraan sendiri maupun dari kendaraan lain. Selain membasahi, cipratan tersebut juga membawa pasir, lumpur, debu, dan sebagainya yang membuat kaki & sepatu kotor. Selain mengotori, sepatu yang tidak tahan air pun tentu bisa rusak.

motorcycle-in-puddle

Antisipasinya bisa saja memakai sandal atau sepatu karet kedap air yang bisa dibawa di segala cuaca. Namun apabila kebetulan pake sepatu biasa (apalagi sepatu kesayangan) yang tidak mugkin dipakai wet riding? Mau sepatunya dibungkus lalu lanjut riding dengan nyeker ngeri juga, lebih baik sepatu juga ikutan dikasih jas hujan alias Boot Cover. Bagaimana pengalaman memakainya? Berikut saya share pengalaman saya. Baca lebih lanjut

Pelindung Knalpot Alternatif Pengganti Exhaust Slider

Halo riders sekalian. Kali ini kita membahas masalah knalpot. Memang part motor yang satu ini sangat vital keberadaannya. Knalpot bertugas memproses kembali hasil pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen yang terjadi diruang bakar, agar dapat dimanfaatkan sebagai tenaga tambahan. Apabila knalpot tidak berfungsi sebagaimana dengan mestinya maka bisa menghasilkan proses pemanfaatan hasil pembakaran dari mesin yang kurang optimal. Sehingga memungkinkan terjadinya boros bahan bakar serta tenaga motor yang kurang optimal “Loyo”. Oleh karena itu knalpot juga butuh perhatian ekstra. Yang akan dibahas kali ini adalah tentang pelindungnya. Yak, pelindung knalpot dari kerusakan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, dalam hal ini crash atau jatuh. Apalagi kalo knalpotnya impor yang harganya relatif mahal, rusak sedikit saja mungkin sudah nangis.

dr_d_03

Kalo kejadian kayak gini, sedih ga bro?

Salah satu cara yang digunakan untuk melindungi knalpot yaitu menggunakan Exhaust Slider, yakni semacam jalu yang dipasang di dekat foot step belakang. Tapi exhaust slider ini ngeri juga brads, bisanya sih buatan WTC, KOSO, Nitex, dll. sepertinya kalau jatuh sih knalpot aman terlindungi.. tapi benturan yang keras sepertinya rawan merusak foot step belakang, bahkan bisa merusak rangka. Apakah ada alternatif pelindung knalpot yang lebih aman? Monggo disimak…

Baca lebih lanjut