Review: Helm HJC RPHA 10+

Kali ini mau memberikan sedikit review helm HJC RPHA 10+. Mungkin produksi helm ini tak sepopuler helm asia lainnya, kepopulerannya meningkat ketika dipakai oleh Jorge Lorenzo pada balapan tahun 2013-2015 yang didahului oleh Ben Spies. Namun di kelas lain seperti Moto 2, Moto 3, dan WSBK ada pengguna setia HJC ini, sebut saja Ben Spies, Jonas Folger (mulai 2017), Jorge Navarro, Philipp Öttl, dan lain-lain.

moto-kacige-hjc-rpha-10-rpha-10-replice-akcija-slika-20197888

pa1692502-0008

Sebenarnya sudah pake helm ini dari Bulan Mei lalu, cuma baru kali ini bisa nulis reviewnya, monggo disimak 🙂

Baca lebih lanjut

Iklan

Review: Helm Shoei X-Twelve alias Shoei X-12

Helm SHOEI. Siapa yang tidak pernah mendengarnya? Bagi para riders yang kenal dengan apparel-apparel branded kelas premium sudah pasti kenal sama helm yang berasal dari Tokyo Jepang ini. Apalagi bagi penggemar MotoGP dan WSBK, pasti sudah tahu tentang helm ini beserta rider-rider pemakainya. Sebut saja Marc Marquez, Eugene Laverty, Bradley Smith, Daijiro Kato, Alex de Angelis, Kenan Sofuoğlu, dan lain-lain.

Jpeg

shoei-x-spirit-2-marc-marquez-motegi-2013-helmet

Kebetulan saya baru saja meminang Helm Shoei X-12 dengan grafis ala Marquez di Race Motegi tahun  2013 (untuk selanjutnya kita sebut saja X-12 Motegi 2013) dengan angka tahun perakitan 2014. Shoei X-Twelve alias Shoei X-12 atau Shoei X-Spirit II (untuk pasaran eropa), berikut sekalian saya beri sedikit reviewnya mumpung masih bereuforia 🙂

Baca lebih lanjut

Rubber Shift Sock: Agar Penggantian Persneling Makin Aman & Nyaman

Bagi Rider motor yang suka ngoper gigi pake cara cungkil-injak, pasti ada kejadian sepatu rusak gara-gara ganasnya gear shifter alias tuas persneling. Mungkin untuk motor yang shifter nya ada tuas di belakang (seperti motor bebek, Vixion, Megapro, dll) bisa ganti persneling dengan sistem injak-injak. Namun buat motor yang cuma pakai tuas di depan (apalagi motor sport) tentu harus pake sistem cungkil-injak. Terkadang walaupun ada tuas belakangnya biasanya ada yang tetep pake sistem cungkil-injak. Lebih sporty toh kesannya :p, plus lebih cepat lagi dalam melakukan gear shifting. Hasilnya si sepatu kesayangan hancur duluan akibat keganasan si shifter ini.

shift20sock20problem20solution20transp

Solusinya ya menggunakan karet pelindung tambahan, namanya RUBBER SHIFT SOCK atau ada yang menyebutnya sebagai kondom tuas persneling. Gear Shifter alias tuas persneling akan lebih empuk plus tidak licin, nilai plus plus buat kenyamanan dan keamanan. Berikut saya berikan sedikit review nya.

Baca lebih lanjut

Review Rain Boot Cover/Jas Hujan Sepatu Respiro: Cara Melindungi Sepatu Kesayangan Saat Hujan Melanda

Bagi yang sering ketemu wet riding pasti sudah membawa perlengkapan cukup untuk melindungi pakaian dan tubuh dari curahan air hujan. Untuk pelindung tubuh tidak perlu ditanyakan lagi, semua sudah tahu tentang jas hujan dengan bermacam-macam modelnya. Bagaimana dengan kaki dan sepatu?

Berbeda dengan tubuh, kaki dan sepatu yang berada di bagian bawah tidak hanya rentan terkena air hujan, tetapi juga lebih rawan terkena cipratan/splash baik dari kendaraan sendiri maupun dari kendaraan lain. Selain membasahi, cipratan tersebut juga membawa pasir, lumpur, debu, dan sebagainya yang membuat kaki & sepatu kotor. Selain mengotori, sepatu yang tidak tahan air pun tentu bisa rusak.

motorcycle-in-puddle

Antisipasinya bisa saja memakai sandal atau sepatu karet kedap air yang bisa dibawa di segala cuaca. Namun apabila kebetulan pake sepatu biasa (apalagi sepatu kesayangan) yang tidak mugkin dipakai wet riding? Mau sepatunya dibungkus lalu lanjut riding dengan nyeker ngeri juga, lebih baik sepatu juga ikutan dikasih jas hujan alias Boot Cover. Bagaimana pengalaman memakainya? Berikut saya share pengalaman saya. Baca lebih lanjut