Rubber Shift Sock: Agar Penggantian Persneling Makin Aman & Nyaman

Bagi Rider motor yang suka ngoper gigi pake cara cungkil-injak, pasti ada kejadian sepatu rusak gara-gara ganasnya gear shifter alias tuas persneling. Mungkin untuk motor yang shifter nya ada tuas di belakang (seperti motor bebek, Vixion, Megapro, dll) bisa ganti persneling dengan sistem injak-injak. Namun buat motor yang cuma pakai tuas di depan (apalagi motor sport) tentu harus pake sistem cungkil-injak. Terkadang walaupun ada tuas belakangnya biasanya ada yang tetep pake sistem cungkil-injak. Lebih sporty toh kesannya :p, plus lebih cepat lagi dalam melakukan gear shifting. Hasilnya si sepatu kesayangan hancur duluan akibat keganasan si shifter ini.

shift20sock20problem20solution20transp

Solusinya ya menggunakan karet pelindung tambahan, namanya RUBBER SHIFT SOCK atau ada yang menyebutnya sebagai kondom tuas persneling. Gear Shifter alias tuas persneling akan lebih empuk plus tidak licin, nilai plus plus buat kenyamanan dan keamanan. Berikut saya berikan sedikit review nya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Pelindung Knalpot Alternatif Pengganti Exhaust Slider

Halo riders sekalian. Kali ini kita membahas masalah knalpot. Memang part motor yang satu ini sangat vital keberadaannya. Knalpot bertugas memproses kembali hasil pembakaran antara bahan bakar dengan oksigen yang terjadi diruang bakar, agar dapat dimanfaatkan sebagai tenaga tambahan. Apabila knalpot tidak berfungsi sebagaimana dengan mestinya maka bisa menghasilkan proses pemanfaatan hasil pembakaran dari mesin yang kurang optimal. Sehingga memungkinkan terjadinya boros bahan bakar serta tenaga motor yang kurang optimal “Loyo”. Oleh karena itu knalpot juga butuh perhatian ekstra. Yang akan dibahas kali ini adalah tentang pelindungnya. Yak, pelindung knalpot dari kerusakan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan, dalam hal ini crash atau jatuh. Apalagi kalo knalpotnya impor yang harganya relatif mahal, rusak sedikit saja mungkin sudah nangis.

dr_d_03

Kalo kejadian kayak gini, sedih ga bro?

Salah satu cara yang digunakan untuk melindungi knalpot yaitu menggunakan Exhaust Slider, yakni semacam jalu yang dipasang di dekat foot step belakang. Tapi exhaust slider ini ngeri juga brads, bisanya sih buatan WTC, KOSO, Nitex, dll. sepertinya kalau jatuh sih knalpot aman terlindungi.. tapi benturan yang keras sepertinya rawan merusak foot step belakang, bahkan bisa merusak rangka. Apakah ada alternatif pelindung knalpot yang lebih aman? Monggo disimak…

Baca lebih lanjut

O2 Sensor Manipulator Cheetah Power: Solusi untuk Motor Injeksi yang Knalpotnya “Nembak-Nembak”

Bagi pengendara motor tentu pernah merasakan knalpot nembak-nembak/knocking, atau istilah resminya backfire. Saat sedang asyik berkendara, tiba-tiba terdengar suara ledakan/letupan. Selain mengagetkan, tentunya juga mengurangi kenyamanan berkendara.

httpwww-megamini-itvalentino-rossi-yamaha-m1-motogp-flame-exhaust-backfire

Motorcycle Backfire

Suara tersebut terjadi akibat dari proses pencampuran antara oksigen dengan bahan bakar kurang optimal. Dengan begitu pada saat gas motor di tarik atau saat di ulurkan tentu pada selongsong gas buang bisa timbul suara meledak-ledak. Efek ini bisa menyerang motor yang masih menggunakan mesin konvensional/karburator bahkan juga yang telah pakai mesin fuel Injection.

Salah satu solusi untuk menghilangkan efek ini adalah menggunakan Cheetah Power Oxygen Sensor Manipulator V3S. Cheetah Power Oxygen (O2) merupakan  buatan lokal alias Made in Indonesia. Produk ini sudah diekspor ke luar negeri seperti ke Malaysia, Thailand, Filipina, Singapura, dan Brunei, brads! Membanggakan bukan? Seperti apakah cara kerja dan pengaruh Oxygen Sensor Manipulator ini? Monggo disimak.

Baca lebih lanjut

Filter Ferrox CBR 250R Tidak Pas? Ini Solusinya!

Halo pembaca sekalian pada umumnya dan para Rider CBR 250R khususnya. Di antara para pembawa kendaraan mungkin pernah mendengar tentang Filter Udara Ferrox, dan bagi para pengendara CBR 250R yang menggunakan Filter Udara Ferrox CBR 250R mungkin mengalami masalah, yakni filter Ferrox yang tidak pas dengan box filternya.

Jpeg

Filter Udara CBR 250R

Dari gambar di atas terlihat jelas bahwa filter ferrox sedikit lebih kecil dari filter udara ori CBR 250R. Filternya sih bisa saja terpasang pada filter box, namun tidak cukup kokoh. Nah, saya punya solusi sederhana untuk mengatasi malasah ini.

Baca lebih lanjut

Mengganti Lampu Speedometer CBR 250R yang Mati

Mungkin diantara Rider CBR 250R yang motornya sudah cukup berumur mungkin ada yang mengalami masalah lampu LED pada speedometer mati. Kalau siang sih mungkin tidak masalah, tapi kalau malam? Ireng kabeh ketoke! hehehe. Kalau dibawa ke AHASS sudah dipastikan bakalan disarankan untuk mengganti keseluruhan speedometer. Padahal ‘kan yang rusak lampu saja, buat apa semuanya diganti. Harganya juga lebih dari Rp.1 juta! (koreksi jika salah). Mubazir toh, uangnya lumayan buat membeli racun yang lain.

cbr250r-speedometer

Speedometer CBR 250R

Daripada keluar uang banyak, lebih baik diperbaiki sendiri, lumayan menambah skill sebagai mekanik motor. Monggo disimak caranya 🙂

Baca lebih lanjut

Ganti Filter Udara CBR 250R (Ferrox)

Berawal dari ketidakpuasan setelah Servis motor di bengkel AHASS terdekat, Saya memutuskan untuk membeli Filter Udara Ferrox pada salah satu online shop kenalan di grup facebook (ada lapaknya di FJB Kaskus juga). Setelah menunggu selama 1 hari, paket Filter Udara Ferrox yang dibeli tersebut sampai di kantor. Tanpa ba bi bu lagi langsung saya buka paketnya. Sebagaimana kebiasaan saya dari kecil, setiap barang-barang yang baru selalu saya teliti kemasannya.

Jpeg

Ferrox Filter

Produk Thailand

Baca lebih lanjut

Pengalaman Pertama Servis Motor CBR Di AHASS: Disuruh Inden!

Tak terasa sudah hampir seminggu kebersamaan saya dengan si cibi merah CBR250R 2012 (masih belum tahu mau ngasih nama apa 🙄 . Yang namanya beli bekas, ya lebih baik dibawa servis dulu biar lebih tahu kondisinya bagaimana. Walaupun sebelum beli sudah saya cek dan majikan yang lama bilang baik-baik saja, akan lebih afdol tentunya kalau juga dibawa ke bengkel. hehehe.

Pukul 5.50 sudah bergerak dari kandang saya di Cempaka Putih Jakpus menuju AHASS di Jl. Letjen Soeprapto terdekat . nyampe di AHASS pukul 06.05, langsung gedor-gedor pintu bajanya yang masih tutup. Bukan konsumen edan sih, tapi belajar dari pengalaman sebelumnya waktu servis bebek, ada sesama pelanggan yang bilang kalau ke AHASS sini lebih baik ngambil nomor antrian dari jam segini. Kalau ngambil pas bengkel mau buka, paling dapat nomor antrian 30an! Kan bikin tengsin! jadi lebih baik pagi-pagi samperin aja bengkelnya. Kalo masih tutup gedar gedor aja. Begitulah katanya.

Baca lebih lanjut